Distributor Resmi NASA

Distributor Resmi NASA

Budidaya Pisang dengan Produk Nasa

Teknis Budidaya Pisang dengan Pupuk Nasa

PENDAHULUAN

Pisang adalah tanaman buah, sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif. Sehingga, produksi pisang indonesia rendah, dan tidak mampu bersaing di pasar Internasional. Untuk itu PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu petani meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas, dan kelestarian.(Aspek K -3).




SYARAT TUMBUH

Iklim
  • Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis.
  • Kecepatan angin tidak terlalu tinggi
  • Curah hujan optimal adalah 1.520 - 3.800 mm/ tahun dengan 2 bulan kering
Media Tanam
  • Sebaiknya pisang ditanam di tanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
  • Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang 
  • Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07 %
Ketinggian Tempat

Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka, tanduk tumbuh  baik dengan ketinggian 1.000 m dpl.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Pembibitan
  • Perbanyakan dengan cara vegetatif berupa tunas (anakan)
  • Tinggi anakan untuk bibit 1 - 1,5 m lebar potongan umbi 15 - 20 cm
  • Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
  • Bibit yang baikdaun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit.
Penyiapan Bibit
  • Tanaman untuk bibit di tanam dengan jarak tanam 2 x 2 m
  • Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7 - 9.
Sanitasi Bibit Sebelum Di tanam
  • Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.
  • Simpan bibit di tempat teduh 1 - 2 hari sebelu di tanam.
  • Buaang daun yang lebar
  • Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA ( 1-2 tutup), HORMONIK (0,5 - 1  tutup), Natural GLIO (1 - 2 sendok makan) dalam setiap 10 liter, selama 10 menit. lalu bibit di keringanginkan.
  • Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda , rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit


Pengolahan Media Tanam
  • Lakukan pembasmian gulma , rumput atau semak .
  • Gemburkan tanah yang masih padat
  • Buat sengkedan terutama pada tanah yang miring dan buat juga saluran pengeluaran air.
  • Dianjurkan menanam tanaman legum seperti lamtoro si batas sengkedan .
Tehnik Penanaman
  • Ukuran lubang adalah 50 x50x 50 cm pada tanah berat dan 30 x30 x30 cm pada tanah yang gembur
  • Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
  • Penanaman di lakukan menjelang musim hujan (September - Oktober)
  • SiapkanCampuran Natural GLIO dan pupuk kandang, caranya  : Campur 100 gram Natural GLIO dengan 25 - 50 kg pupuk kandang, jaga kelembaban dengan memercikkan air secukupmya , masuukan ke dalam karung , biarkan 1 - 2 minggu
  • Pisahkan tanah galian bagian bawah dan bagian atas dan bagian bawah.
  • Tanah galian bagian atas dicampur Natural GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang (0,5 - 1 kg / lubang tanam), pupuk kandang 15 -20 kg / lubang tanam.
  • Masukkan bibit dengan posisi tegak, tutup terlebih dahulu dengan tanah bagian atas yang sudah tercampur Natural GLIO , dolomit dan pupuk kandang, diikuti tanah galian bagian bawah . Catatan : pupuk kandang diberikan jika tersedia, jika tidak dapat diganti dengan SUPERNASA /POWER NUTRITION
  • Siram dengan larutan POC NASA (1 - 2tutup). HORMONIK (0,5 tutup) dalam setiap 5 liter air. Untuk mendapatkan hasil lebih baik , POC NASA dapat di ganti dengan POP SUPERNASA / POWER NUTRITION . Cara penggunaan POP SUPERNASA/ POWER NUTRITION diencerkan  dalam 5 liter air diberi air 50 -100 cc larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohn atau 0,5 - 1 sendok makan/ gembor /10 liter / pohon
  • Data Kebutuhan dan cara pemupukan , adalah sebagai berikut :

Pupuk
Jumlah
Keterangan
Urea
207(kg/ha)
Berikan 2x setahun , dalam larikan yang mengitari rumpun lalu ditutup tanah.
SP 36
138(kg/ha)
6 bulan setelah tanam (2 x dalam satu tahun)
KCL
608 (kg /ha)
6 bulan setelah tanam (2 x dalam setahun)
Pupuk Kandang
0, 8  - 10 (kg/ha)
Pupuk dasar ,campur dengan tanah gaia bagian atas.
Dolomit
200 (kg / ha)
Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagia atas
POC NASA atau supernasa /power nutrition
20 (boto/ha)
Disiramakan 3 bulan sekali
10 (botol/ha)
4 – 6 bulan sekali
Hormonik
10 (botol/ ha)
Dicampur POC NASA di siram 3 bulan sekali


Pemeliharaan Tanaman
  • Satu rumpun hanya 3 - 4 batang.
  • Pemotongan anak di lakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan ynag masing masing berbeda umur  (fase pertumbuhan).
  • Setelah 5 tahun rumpun di bongkar di ganti tanaman baru.
  • Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah
  • Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
  • Pangkas daun kering 
  • Pengairan harus terjaga. Dengan di siram atau mengisi parit saluran air.
  • Pasang Mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh di pasang terus menerus
Pemeliharaan Buah
  • Potong jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
  • Setelah sisir pisang mengembang sempurna , tandan pisang di bungkus kantung plastik bening polietilen tebal 0,5 mm, di beri lubang diameter 1,25cm. jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung menutupi 15 - 45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung  buah dari sisir terbawah.olus
  • Batang tanaman di sangga dengan bambu yang di benamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.


Hama dan Penyakit

HAMA

  • Ulat daun (Erinota thrax)
Menyerang daun . Gejala : daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun. Pencegahan PENTANA + AERO atau PESTONA.
  • Uret Kumbang (Cosmopolites sordidus)
Meyerang kelopak daun ,batang. Gejala : lorong lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang, pisang penuh lorong.  Pengendalia :  sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang , gunakan PESTONA.
  • Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis)
Meyerang akar. Gejala : tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar bengkak. Pengendalian  : gunakan bibit yang tahan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.
  • Ulat Bunga dan Buah (nacoleila octasema)
Menyerang bunga dan  buah. Gejala :  pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.

Catatan : untuk pencegahan sedini mungkin semprot rutin dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810. Pestisida kimia sebagai alternatif terakhir.

PENYAKIT
  • Penyakit Darah
Penyebab  :  Xanthomonas celebensis (bakteri). Menyerang jaringan tanaman bagian dalam. Gejala : jaringan menjadi kemerah merahan seperti berdarah.  Pengendalian :  Pemberian Natural GLIO sebelum tanam dan membongkar dan membakar tanaman yang sakit.
  • Panama 
Penyebab  :  jamur Fusarium Oxysporum. Menyerang daun, Gejala : daun layu dan putus, mula mula daun luar lau bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. Pengendalian  :  Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.
  • Bintik Daun
Penyebab  :  jamur Cercospora musae. Menyerang daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas . Pengendalian  :  Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
  • Layu
Penyebab : Bakteri Bacillus sp. Menyerang akar . Gejala :  tanaman layu dan mati. Pengendalian : membongkar dan membakar tanaman yang sakit, Natural GLIO diawal tanaman.
  • Daun Pucuk
Penyebab  :  Virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Menyerang daun pucuk. Gejala :  daun pucuk tumbih tegak lurus secara berkelompok. Pengendalian : mengendalikan kutu daun dengan Natural BVR , membongkar dan membakar tanaman yang sakit.



PANEN

  • Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah 80 -100 hari dengan siku siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat.
  • Buah pisang di panen bersama sama dengan tandannya. Panjang tandan yang di ambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Gunakan pisau yang tajam dan bersih waktu memotong tandan.
  • Tandan pisang disimoan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah.
  • Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya di hilangkan sama sekali.
  • Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat di lakukan 3  -  10 hari sekali tegantung pengaturan jumlah tanaman produktif.

Untuk pemesanan Produk dan Konsultasi Hubungi Wa /Sms / Telf : 0857 5692 2292


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Budidaya Pisang dengan Produk Nasa"

Posting Komentar